KesehatanNews

Pertama di Aceh, Fikes Unaya Gelar Pelatihan OSCE Keperawatan Berstandar Nasional

Aceh Besar – Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Abulyatama (Unaya) bersama Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) melaksanakan pelatihan Objective Structure Clinical Examination (OSCE) keperawatan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari penuh pada tanggal 25-27 Juli 2024 di OSCE Center Unaya, Aceh Besar.

Pembukaan acara dihadiri oleh Pimpinan Yayasan Abulyatama, Maidayani, Dekan Fikes Unaya, Lensoni, Tim OSCE AIPNI Pusat, I Made Kariasa, Tim OSCE AIPNI Regional I wilayah Aceh, Iskandar dan Nova Fajri serta peserta dan seluruh panitia acara.

Dekan Fikes Unaya, Lensoni mengatakan pelatihan OSCE berstandar nasional sangat penting dilaksanakan guna memenuhi proses evaluasi pembelajaran mahasiswa pada tahap akhir pendidikan profesi Ners maupun diploma 3 keperawatan.

“Yang senantiasa mengasah keterampilan yang telah dimiliki calon lulusan dalam merawat pasien dengan kondisi yang menyerupai kondisi nyata di rumah sakit maupun komunitas,” kata Lensoni dalam keterangannya kepada sudutberita.id, Senin (29/7/2024),

Pada kesempatan yang sama, Iskandar selaku fasilitator OSCE sekaligus inisiator kegiatan menyampaikan pelatihan OSCE difokuskan pada metode penilaian untuk menilai kemampuan klinis mahasiswa secara terstruktur yang spesifik dan objektif dengan serangkaian simulasi dalam bentuk rotasi stase dengan alokasi waktu 15 menit per station.

Kegiatan ini pertama dilakukan di Provinsi Aceh dukungan penuh Yayasan Abulyatama, rektorat, dekanat, serta empat institusi anggota AIPNI yang ikut mengirimkan delegasi peserta pelatihan yakni Universitas Sains Cut Nyak Dhien, Universitas Bumi Persada, Universitas Muhammadiyah Mahakarya dan Universitas Bina Bangsa Getsempena.

Sedangkan Ketua AIPNI Pusat yang diwakilkan oleh tim OSCE Pusat I Made Kariasa yang juga staf pengajar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia menyampaikan pemberlakuan OSCE bagi mahasiswa dengan tujuan meningkatkan aspek psikomotor dan afektif.

Kemudian, menyeleksi kompetensi perawat professional dan vokasional, menciptakan sistem uji yang objektif dan terstandar secara nasional, dan memaksimalkan hasil perolehan akreditasi LAMPTKES.

“Lalu memenuhi 9 kriteria akreditasi di mana salah satu point pada kriteria 9 memasukan hasil pelaksanaan OSCE yang secara spesifik disebutkan nilai maksimal didapatkan jika OSCE dilaksanakan secara nasional, peraturan khusus LAM- PTKES yang mensyaratkan bahwa nilai akreditasi unggul dapat diperoleh jika institusi memperoleh kelulusan ukom kumulatif minimal 80 % berturut-turut selama 3 kali,” katanya.

Materi pelatihan yang diperoleh oleh peserta yakni terkait struktur penyelenggaraan OSCE, standar fasilitas OSCE, peran dan fungsi komponen: KOC, penguji dan pelatih klien standar, blueprint uji kompetensi dan matriks, pengembangan soal osce dan rubrik penilaian, review soal OSCE, standart setting, dan simulasi penyelanggaraan ujian station OSCE.

Kegiatan juga ditutup dengan ujian post test, pembagian doorprize, penyerahan piagam kepada narasumber dan foto bersama. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button