
Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap yang tegas dalam merespons konflik internasional, khususnya jika menyangkut negara yang menjadi korban serangan seperti Iran.
Menurut Kalla, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk tidak bersikap pasif ketika terjadi konflik yang melibatkan negara-negara Islam.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi di mana sebuah negara menjadi pihak yang diserang, Indonesia seharusnya mampu menunjukkan posisi yang jelas.
“Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus memiliki sikap. Secara logika kita harus berpihak kepada negara yang diserang,” ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya dikutip dari Antara, Sabtu (7/3).
Kalla menambahkan bahwa dunia internasional juga menaruh harapan kepada Indonesia agar dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam menyikapi konflik global, terutama yang berkaitan dengan negara-negara di kawasan Asia maupun dunia Islam.
Menurutnya, sikap tegas tersebut juga penting untuk menjaga konsistensi hubungan dan kerja sama Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan forum-forum internasional sebagai sarana mencari solusi damai terhadap konflik yang terjadi.
“Jika persoalan tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, maka apa gunanya kita menjadi bagian dari forum tersebut. Artinya Indonesia harus menyampaikan sikap secara tegas,” kata Jusuf Kalla.
Kalla menilai Indonesia sebaiknya tidak hanya mengambil posisi netral, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan forum internasional yang ada. []





