
Aceh Timur – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan kunjungan lapangan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) kinerja pembinaan teritorial (Binter) di Wilayah Kerja (WK) Blok A PT Medco E&P Malaka (MEPM), Aceh Timur, Kamis (23/7).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus upaya memastikan situasi keamanan dan kondusivitas operasional hulu migas di kawasan objek vital nasional (obvitnas) sektor energi tetap terjaga.
Monev dihadiri Kepala Divisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Sekuriti KKKS BPMA Irham M. Amin, Pabandya-3/Min Wasev Kerma Spaban VII Kermater Letkol Arm Khoirul Cahyadi beserta jajaran, Waaster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Makhyar beserta jajaran, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto beserta jajaran, Danyon 111/Karma Bhakti Letkol Inf Arlin Juniaman Zai beserta jajaran, Kasiter Korem 011/Lilawangsa Mayor Inf M. Indra Syaputra atau yang mewakili, Manager Field Relations and Security MEPM Maulidar Putra beserta jajaran, serta para Danramil di wilayah kerja Blok A.
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dukungan pembinaan teritorial terhadap pengamanan obvitnas sektor energi, mengidentifikasi potensi ancaman dan kerawanan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan kelancaran operasional hulu migas.
Kepala Divisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Sekuriti KKKS BPMA, Irham M. Amin, mengatakan Wilayah Kerja Blok A Medco E&P Malaka merupakan objek vital nasional sektor energi yang membutuhkan sinergi pengamanan antara BPMA, TNI, Polri, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
“Melalui kegiatan ini kita dapat melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memantau situasi yang berkembang sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara bersama-sama,” kata Irham.
Menurutnya, dukungan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial (komsos) yang dilakukan para Babinsa memiliki peran penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Selain itu, komunikasi yang baik juga dinilai mampu menyampaikan informasi yang benar sehingga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Waaster Kasdam Iskandar Muda Letkol Kav Makhyar menegaskan TNI siap mendukung pengamanan di Wilayah Kerja Medco E&P Malaka. Menurutnya, peran koramil akan terus dioptimalkan untuk memantau setiap perkembangan isu agar dapat diselesaikan sejak dini.
“Kami akan mengoptimalkan peran koramil untuk terus memantau setiap perkembangan isu agar bisa diselesaikan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar. Pendekatan yang dilakukan harus strategis dan kolaboratif sehingga setiap potensi persoalan dapat ditangani dengan baik. Tugas kita adalah melakukan pencegahan dini agar isu-isu hoaks tidak berkembang menjadi potensi konflik. Itulah fungsi pembinaan teritorial,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Pabandya-3/Min Wasev Kerma Spaban VII Kermater Letkol Arm Khoirul Cahyadi menekankan pentingnya soliditas seluruh pihak dalam menjaga objek vital nasional. Ia mengibaratkan sinergi tersebut seperti formasi terbang angsa berbentuk huruf “V” yang melambangkan kekompakan tim.
“Hadirnya TNI di Wilayah Kerja Blok A bersama BPMA dan Polri merupakan wujud sinergi dan kekompakan. Penguatan pembinaan teritorial pada objek vital nasional menyentuh sektor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah keamanan,” kata Khoirul.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga aset negara di sektor energi untuk kepentingan jangka panjang. Selain itu, ia mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat sekitar serta meminta para Danramil lebih proaktif membangun komunikasi sosial dengan warga.
Melalui kegiatan ini, BPMA, TNI AD, dan PT Medco E&P Malaka kembali menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan objek vital nasional sektor energi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjamin keberlangsungan operasi hulu migas di Aceh Timur sekaligus mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. []





