
Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe berkolaborasi dengan Generasi Emas Indonesia (GESID) Halal Center Lhokseumawe dan RRI Lhokseumawe menggelar Seminar Halal Food & Tourism. Kegiatan bertema “Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Ekosistem Halal Berkelanjutan” itu berlangsung di Aula RRI Lhokseumawe, Kamis (25/6).
Seminar diikuti 50 peserta yang terdiri atas sembilan anggota kelompok UMKM binaan CSR IT Lhokseumawe dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Ketua Umum GESID Halal Center Lhokseumawe, Maimun Saleh, mengatakan pengembangan ekosistem halal membutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar pelaku usaha tidak hanya mampu memenuhi aspek kehalalan produk, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga semakin kompetitif sehingga mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujar Maimun dalam keterangannya, Selasa (30/6).
Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan, menyebut kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Pertamina meyakini bahwa penguatan ekosistem halal dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap tercipta ekosistem yang saling mendukung sehingga produk-produk lokal mampu berkembang secara berkelanjutan,” kata Arnoldus.
Seminar menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi. Kepala RRI Lhokseumawe memaparkan peran media dalam mendukung pengembangan halal tourism. Sementara Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Lhokseumawe membahas potensi produk lokal, ketahanan pangan, serta keberlanjutan produk halal.
Adapun Kementerian Agama Kota Lhokseumawe memberikan materi mengenai sertifikasi halal, sedangkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM mengulas penguatan industri serta pengembangan UMKM halal yang berdaya saing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pengembangan ekosistem halal, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat halal kepada salah satu UMKM lokal. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas, daya saing, dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pengembangan ekosistem halal merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas UMKM dan kolaborasi lintas sektor.
“Pengembangan ekosistem halal merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kami meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM, sehingga tidak hanya mampu memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada pengembangan kapasitas masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. []





