
Banda Aceh – Proyek Engineering Procurement Construction Installation and Commissioning (EPCIC) Pengembangan Gas Blok A Fase II resmi memasuki tahap pelaksanaan. Hal itu ditandai dengan digelarnya Kick Off Meeting (KOM) yang dihadiri perwakilan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta kontraktor pelaksana proyek pada pekan lalu.
Proyek EPCIC Pengembangan Gas Blok A Fase II merupakan bagian dari proyek strategis nasional di sektor hulu migas yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gas sekaligus mendukung keberlanjutan operasi di wilayah kerja Blok A.
Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, mengatakan ruang lingkup pekerjaan proyek mencakup pemasangan flowline dan trunkline dari sumur menuju Central Processing Plant (CPP) beserta seluruh fasilitas pendukungnya.
“Pelaksanaan pekerjaan konstruksi meliputi aspek keselamatan (safety), sipil, mekanikal, perpipaan (piping), elektrikal, dan instrumentasi yang akan dikerjakan oleh kontraktor ETI-Encona,” kata Helmi dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Dalam pelaksanaannya, BPMA menekankan pentingnya penerapan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), kualitas pekerjaan, pengendalian jadwal, serta tata kelola proyek yang baik (good project governance).
Menurut Helmi, hal tersebut diperlukan agar proyek dapat diselesaikan secara aman, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu.
Selain itu, seluruh pihak yang terlibat dalam proyek diharapkan mampu menjaga koordinasi dan komunikasi yang efektif selama pekerjaan berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sekaligus mempercepat pencapaian target produksi migas nasional.
Dengan dimulainya proyek EPCIC Pengembangan Gas Blok A Fase II, pembangunan fasilitas produksi gas di wilayah tersebut diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.
Sebagai bagian dari program strategis hulu migas, proyek ini juga diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur produksi gas yang andal dan berstandar tinggi guna mendukung peningkatan kapasitas produksi serta keberlanjutan operasi di Blok A. []





