
Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf melepas peserta Pawai Takbir Keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Banda Aceh, Selasa (26/5) malam.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, unsur Forkopimda Aceh, kepala SKPA, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para peserta pawai.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan M Nasir, malam takbiran disebut sebagai momentum syiar Islam yang sarat nilai spiritual sekaligus bentuk pengagungan kepada Allah SWT melalui lantunan takbir, tahmid, dan tahlil.
Pemerintah Aceh juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Menurutnya, semangat berkurban tidak hanya diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, serta kepedulian untuk kemajuan umat dan daerah.
Selain itu, masyarakat Aceh diajak terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah kehidupan sosial.
“Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Syariat Islam, budaya santun dan semangat kebersamaan. Karena itu, malam takbiran ini harus menjadi momentum syiar Islam yang berlangsung tertib, aman, damai dan penuh kekhidmatan,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur Aceh.
Pemerintah Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pawai yang ikut memeriahkan syiar Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Peserta diimbau menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung.
Di akhir sambutan, Pemerintah Aceh menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Aceh.
Pemerintah berharap momentum Idul Adha membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. []





