
Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggelar pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) atau Peusah Juleha untuk memperkuat rantai nilai halal di daerah.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 31 Maret hingga 2 April 2026, di Auditorium Teuku Umar BI Aceh dan Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro, Aceh Besar.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi BI Aceh dengan Dinas Peternakan Aceh serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh.
Sebanyak 25 peserta dari berbagai Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di enam daerah ikut ambil bagian. Mereka berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya. Pelatihan turut menghadirkan instruktur dari Halal Institute, Jakarta.
Program ini sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal, yang mewajibkan sertifikasi halal bagi produk yang beredar di Aceh.
Kepala Dinas Peternakan Aceh, Safridhal, mengapresiasi dukungan BI Aceh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan terwujudnya kegiatan Peusah Juleha ini, produksi olahan daging di Aceh dapat terjamin halal.
“Dan juga terjamin keamanannya bagi masyarakat Aceh, antara lain juga untuk menjadi bahan baku masakan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat sertifikasi produk halal di Aceh.
“Kegiatan Peusah Juleha merupakan inisiatif strategis Bank Indonesia bersama mitra dalam rangka mempercepat sertifikasi produk halal di Aceh, antara lain melalui peningkatan kompetensi Juleha tersertifikasi yang saat ini masih terbatas jumlahnya,” katanya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi terkait penerapan syariat, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), teknik penyembelihan, hingga higienitas dan sanitasi.
Keberadaan Juleha bersertifikat dinilai penting sebagai bagian dari rantai hulu industri halal, guna memperkuat ekosistem halal sekaligus mempercepat proses sertifikasi produk olahan daging.
BI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program, seperti edukasi literasi EKSyar, pembentukan Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), hingga koordinasi lintas sektor.
Upaya ini merupakan bagian dari visi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan halal dunia.
Masyarakat juga dapat memantau informasi terbaru melalui akun Instagram resmi BI Aceh @bank_indonesia_aceh. []





