News

TNI Kebut Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tengah

Aceh Tengah – Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, menunjukkan progres signifikan. Hingga Rabu (11/2), pengerjaan jembatan di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah itu telah mencapai 50,6 persen.

Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur pedesaan ini berjalan sesuai rencana. Jembatan gantung sepanjang 120 meter tersebut dibangun untuk menghubungkan ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas. Selain itu, jembatan akan mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, maupun pelayanan kesehatan.

Pembangunan jembatan mendapat dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari sisi personel maupun material. Di lapangan, pengerjaan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan, serta 13 personel Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan.

Sinergi antarpersonel menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi progres pembangunan. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, hingga pengelasan tiang tower di titik yang sama.

Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi guna menjamin keamanan serta ketahanan jembatan dalam jangka panjang.

Dari sisi logistik, mobilisasi material berjalan optimal. Di lokasi tersedia 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat. Ketersediaan material tersebut menjadi penunjang utama percepatan pekerjaan.

Serka Hasanudin Hasibuan menegaskan, pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada Februari 2026.

“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya di wilayah dengan akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, warga Desa Burlah dan desa-desa sekitar kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ibu Laila (47), warga Desa Burlah, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu akan sangat membantu kami dalam membawa hasil pertanian, anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan gantung itu bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button