
Banda Aceh – Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA), Irfansyah atau yang akrab disapa Dek Fan, resmi membuka Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi C Diploma PSSI di Sie Hotel Banda Aceh, Minggu (23/11) malam.
Dalam sambutannya, Dek Fan yang juga Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA itu berharap para calon pelatih dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas kepelatihan di daerah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya penerapan materi yang disampaikan instruktur PSSI saat nantinya para peserta menukangi tim, baik di level senior, junior, maupun usia dini.
“Usai memperoleh pendalaman materi dari modul yang disampaikan oleh Coach Edukator (instruktur), dapat diaplikasikan secara sempurna saat menukangi tim sepak bola di Kabupaten dan kota masing-masing,” ujar Irfansyah.
Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dimulai dari akar rumput melalui pendekatan yang benar dan ditangani pelatih berkompeten.
“Pembinaan pemain sepak bola dari akar rumput harus dimulai lewat modul yang benar, ditangani pelatih cerdas dan ranting ilmu tinggi, sehingga dapat melahirkan pemain-pemain yang berkarakter dan dasar bermain bola secara memupuni hingga naik level menjadi pemain pro,” kata politikus yang telah dua periode duduk di Parlemen Aceh itu.
Irfansyah juga menilai peningkatan materi dari Lisensi D ke Lisensi C menjadi peluang bagi pelatih untuk memperluas wawasan.
“Dengan demikian, penambahan modul yang lebih mendalam dan luas dalam Kursus C Diploma kali ini sangat positif bagi rekan-rekan pelatih,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan harapan agar para peserta dapat menjadi motor kebangkitan sepak bola Aceh.
“Tentu ilmu dan pengalaman rekan-rekan diharapkan dapat diaplikasikan secara maksimal saat menukani tim dan jalur pembinaan ditingkat Sekolah serta SSB, demi prestasi dan kebangkitan sepak bola Aceh,” tutupnya.
Dukungan Dispora dan PSSI Pusat
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, melalui Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) M. Zakaria, mengapresiasi penyelenggaraan kursus tersebut.
“Mengucapkan terima kasih kepada pengurus PSSI Aceh yang telah melaksanakan kursus tersebut, dimana sangat bermanfaat bagi pemuda dan insan olahraga kususnya sepak bola dalam meniti karir dijalur pelatih secara lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini turut mendukung upaya pemerintah meningkatkan prestasi olahraga Aceh, khususnya di cabang sepak bola.
Instruktur PSSI Pusat, Khusnul Yaqien, menjelaskan bahwa materi Lisensi C disusun lebih mendalam dibanding Lisensi D.
“Tentu berbeda dengan sajian modul kala kursus saat D, dimana ada perbedaan dan pendalaman materi lebih intens yang dibahas dan dipraktekkan secara bersama-sama selama dua pekan,” ujar mantan penyerang yang pernah memperkuat sejumlah klub Liga 1 itu.
Sementara itu, Exco PSSI Aceh bidang SDM, Hasbi—yang akrab disapa Ayah Hasbi—melaporkan bahwa kursus tersebut diikuti 26 peserta yang telah lebih dahulu mengantongi Lisensi D.
“Kursus tersebut diikuti 26 peserta yang terlebih dahulu mengantongi Lisen kepelatihan D dan peserta mendaftar untuk ikut Kursus Lisen C tahun 2025, atas rekomendasi Askab/Askot PSSI Kabupaten dan Kota serta Klub anggota PSSI Aceh,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung selama dua pekan di Banda Aceh, melibatkan dua Coach Educator dari PSSI Pusat serta pemateri lokal Aceh. []





