News

Asrul Abbas Dorong Aceh Siapkan Beasiswa Dokter Spesialis

Dukung Program Presiden Prabowo

Banda Aceh – Mantan Anggota DPR Aceh, Asrul Abbas, mendorong Pemerintah Aceh serta pemerintah kabupaten/kota di wilayah itu agar menyambut serius rencana strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan kedokteran nasional.

Menurut Asrul, salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah dengan menyiapkan beasiswa khusus bagi mahasiswa kedokteran berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Hal ini disampaikan Asrul menanggapi pernyataan Prabowo beberapa waktu lalu yang menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan membuka 148 program studi kedokteran baru di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia guna mengatasi krisis tenaga dokter dan dokter spesialis.

“Ini langkah besar dan harus disambut serius oleh pemerintah daerah. Khususnya Aceh, perlu segera menyiapkan skema beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan para dokter muda yang sedang menempuh pendidikan klinik atau koas,” kata Asrul kepada sudutberita.id, Sabtu (6/9/2025).

Asrul Abbas (dua kiri) saat bertemu Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, beberapa waktu lalu. Foto: dok. pribadi

Asrul menyebutkan, program ini seharusnya mulai dimasukkan dalam perencanaan anggaran sejak tahun 2027, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, proses penjaringan calon penerima beasiswa menurutnya sudah bisa dimulai sejak sekarang.

“Utamanya bagi mahasiswa kedokteran di Aceh yang sudah menyelesaikan pendidikan akademik dan saat ini sedang koas di RSUD Zainoel Abidin. Mereka ini aset daerah yang harus didukung untuk lanjut ke jenjang spesialis,” ujarnya.

Asrul juga menyoroti sejumlah mahasiswa USK yang sebelumnya telah menerima beasiswa berprestasi dari Pemerintah Aceh. Ia mengatakan, para penerima beasiswa itu telah melalui proses seleksi ketat oleh BPSDM Aceh dan terbukti memiliki rekam jejak akademik unggul.

“Bahkan ada yang sudah lulus dengan predikat cumlaude dan kini sedang menjalani koas. Pemerintah jangan lepas tangan setelah S1. Harus ada kesinambungan dukungan hingga spesialis,” tegasnya.

Ia pun berharap Rektor USK bisa mengambil peran aktif dalam mendukung program nasional ini, dengan menyerahkan data konkret mahasiswa kedokteran penerima beasiswa berprestasi dari Aceh yang telah menyelesaikan studi S1 dan sedang menjalani koas saat ini.

“Pak Rektor kami harap bisa membantu menyampaikan data tersebut kepada Pemerintah Aceh. Ini penting sebagai dasar perencanaan lanjutan untuk mendukung mereka hingga menjadi dokter spesialis,” ujarnya.

Program pendidikan kedokteran dan dokter spesialis yang inklusif dan terencana, menurut Asrul, merupakan fondasi penting dalam menciptakan layanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia, termasuk Aceh.

“Kalau kita serius ingin punya layanan kesehatan yang berkualitas dan merata, maka investasi pada sumber daya manusianya adalah kunci. Dan itu harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button