
Banda Aceh – Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas, menilai bahwa Laskar Rencong telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sepanjang musim ini meskipun hasil akhirnya belum sesuai harapan.
Menurut juru taktik berusia 41 tahun itu, meski timnya kurang beruntung untuk melangkah ke babak berikutnya, ada banyak hal positif yang bisa diambil dari perjalanan musim ini.
“Rekan-rekan bisa melihat kita salah satu tim terproduktif, salah satu tim di babak penyisihan dengan capaian cukup baik,” kata Akhyar kepada wartawan usai laga melawan Deltras FC di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin (18/2/2025) sore.
Secara statistik, Persiraja yang keluar sebagai juara grup 1 di babak penyisihan tercatat berhasil mencetak 33 gol, yang merupakan jumlah terbanyak di antara semua tim dari grup 1, 2, maupun 3. Di sisi lain, Persiraja juga tercatat kebobolan 17 gol.
“Kita tim pertama yang lolos ke babak 8 besar dan pemain yang paling banyak menyumbang pemain man of the match. Itu mungkin salah satu indikasi bahwasanya tim ini sebenarnya punya prospek yang cukup baik,” ujar Akhyar.
Di babak 8 besar, Persiraja menjadi tim kedua terproduktif dengan mencetak 9 gol, hanya kalah dari PSIM Yogyakarta yang mencetak 10 gol.
Namun, sayangnya, Persiraja juga tercatat sebagai salah satu tim dengan kebobolan terbanyak di babak 8 besar, dengan total 9 gol. Di samping itu, ada Deltras FC yang kebobolan 13 gol, dan PSKC Cimahi yang kebobolan 10 gol.
Akhyar mengatakan, meskipun timnya belum bisa mencapai target yang diinginkan, manajemen dapat mempertahankan kerangka tim yang sudah terbentuk.
Mantan asisten pelatih Borneo FC itu juga menginginkan adanya penambahan beberapa pemain berkualitas guna memperkuat tim untuk menghadapi musim depan yang lebih kompetitif.
“Mudah-mudahan, kami berharap kerangka tim ini bisa dipertahankan dan menambah beberapa pemain berkualitas untuk musim depan yang lebih baik,” pungkasnya. []





