News

Pimpin IKB 8 Tahun, Asnawi-Mufarrah Tinggalkan Belasan Juta Saldo Kas untuk Pengurus Baru

Banda Aceh – Ikatan Keluarga Bandar Dua (IKB) Banda Aceh resmi pilih ketua baru periode 2026-2030. Drs. Muhammad Nur Husin, M.Kes., terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKB yang berlangsung di Meeting Room Padu Kopi, Gampong Pineung, Banda Aceh, Kamis (15/10).

Terpilihnya Muhammad Nur Husin sekaligus berakhirnya masa kepengurusan Ust Asnawi M Amin dan Mufarrah Muhammad selaku Sekretaris yang telah memimpin organisasi tersebut selama delapan tahun, sejak 2018 hingga 2026.

Ust Asnawi M Amin juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh. Sementara itu, Mufarrah, S.T, dikenal sebagai Sekretaris Forum Silaturahmi & Komunikasi Alumni Dayah Jeumala Amal (Foskadja) Aceh, yang juga pengusaha di bidang perkebunan dan pertanian.

Di bawah kepemimpinan keduanya, IKB Banda Aceh menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan generasi muda yang ditujukan untuk mempererat silaturahmi masyarakat asal Bandar Dua yang ada di Banda Aceh.

Salah satu hal yang menjadi catatan dalam pergantian kepengurusan kali ini adalah penyerahan saldo kas sebesar Rp18.160.000 kepada ketua terpilih. Dana tersebut merupakan sisa kas kegiatan organisasi yang diserahkan bersama berita acara dan stempel IKB sebagai bagian dari proses serah terima kepengurusan.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban pengurus lama sekaligus modal awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan program-program organisasi.

Delapan Tahun Menjaga Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Selama delapan tahun kepemimpinan Ust Asnawi M Amin dan Mufarrah, S.T., secara rutin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai upaya menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di antara warga IKB.

Selain kegiatan keagamaan, IKB juga menjalankan kegiatan sosial dengan mengunjungi warga masyarakat Bandar Dua yang tertimpa musibah. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap sesama anggota keluarga besar Bandar Dua, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan ketika menghadapi musibah.

Perhatian terhadap generasi muda turut menjadi bagian dari agenda kepengurusan. IKB melakukan pembinaan terhadap mahasiswa asal Bandar Dua yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh, sekaligus mendorong terjaganya hubungan kekeluargaan dan solidaritas antar mahasiswa.

Program santunan anak yatim juga menjadi bagian dari kegiatan sosial yang dijalankan untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa IKB tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul masyarakat perantauan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga identitas, membangun solidaritas, dan memperkuat ikatan sosial masyarakat Bandar Dua di Banda Aceh.

Regenerasi Kepemimpinan Berjalan Aklamasi

Penetapan Muhammad Nur Husin sebagai ketua baru dipimpin oleh Ust Asnawi M. Amin dan disepakati secara aklamasi oleh seluruh anggota forum yang hadir.

Usai penetapan, ketua demisioner menyerahkan berita acara, saldo kas, dan stempel organisasi kepada ketua terpilih.

Ust Asnawi mengatakan, kepengurusan yang dipimpinnya telah berjalan selama delapan tahun sehingga sudah saatnya organisasi memberikan kesempatan kepada pemimpin baru untuk melanjutkan perjalanan IKB Banda Aceh.

“Kepengurusan kami sudah berjalan sejak 2018–2026 selama delapan tahun. Sudah saatnya IKB dipimpin oleh ketua yang baru,” ujar Ust Asnawi, yang didampingi Mufarrah, S.T, selaku sekretaris.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum bagi IKB Banda Aceh untuk melanjutkan tradisi kebersamaan, memperkuat program sosial, serta meningkatkan pembinaan generasi muda Bandar Dua di Banda Aceh. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button