
Bireuen – Ketua KNPI Aceh, Aulia Rahman, mengapresiasi pemerintah atas pulihnya akses Jembatan Krueng Tingkeum setelah pembangunan pascabencana. Menurutnya, berfungsinya kembali jembatan tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dari dampak bencana.
Apresiasi itu disampaikan Aulia saat bertemu dan berdialog dengan pemuda Bireuen dalam kegiatan Gerakan Sinergi Pemuda dari Aceh untuk Indonesia, Kamis (8/10).
Aulia mengatakan, Jembatan Krueng Tingkeum merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan akses antarkabupaten dan kota. Karena itu, pemulihan jembatan tersebut sangat penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat.
“Kita senang melihat pemerintah hadir dan menyelesaikan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Jembatan Krueng Tingkeum ini vital karena menghubungkan akses antarkabupaten dan kota,” ujar Aulia.
Menurutnya, kembali berfungsinya jembatan tidak hanya mempermudah perjalanan warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi antarwilayah yang sempat terdampak bencana.
“Ketika akses kembali terbuka, aktivitas masyarakat ikut bergerak. Ini bukti pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung,” katanya.
Aulia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas upaya pemerintah dalam mendukung pemulihan infrastruktur di Aceh.
Ia berharap pembangunan pascabencana terus berlanjut sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat kembali beraktivitas dengan lancar.
Di sisi lain, Aulia menegaskan KNPI Aceh berkomitmen menjadi wadah bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjembatani kebutuhan daerah dengan pemerintah.
Menurutnya, peran pemuda tidak cukup hanya menyampaikan kritik. Pemuda juga perlu terlibat dalam mengawal pembangunan dan memberikan masukan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemuda bukan hanya mengkritik. Kita juga harus mendukung, mengawal dan memberi masukan agar pembangunan benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
Aulia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan pemuda terus diperkuat dalam proses pemulihan Aceh pascabencana.
“Pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan. Dari Aceh kita bicara untuk Indonesia,” tutup Aulia. []





