News

Tampil Percaya Diri di HAN Banda Aceh, Siswa SLB TNCC Unjuk Potensi Anak Istimewa

Banda Aceh – Empat siswa SLB TNCC Banda Aceh menunjukkan kemampuan dan rasa percaya diri mereka saat mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu beradaptasi, berinteraksi, dan berpartisipasi aktif di ruang publik.

Empat siswa yang mewakili SLB TNCC yakni Naura (kelas 6), Chiko (kelas 9), Nanta (kelas 9), dan Syifa (kelas 10). Mereka didampingi dua guru pendamping, Nanny Liza dan Nanny Kiya, selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama ratusan anak dari berbagai sekolah dan komunitas di Kota Banda Aceh.

Sejak kegiatan dimulai hingga berakhir, para siswa mampu mengikuti setiap agenda dengan baik. Partisipasi mereka tak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga memperlihatkan perkembangan kemampuan sosial dan adaptasi yang terus meningkat.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian terjadi saat Chiko dan Nanta tampil di hadapan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama seluruh peserta kegiatan. Keduanya membawakan dua lagu berjudul Sentuhan Boleh dan Siaga Gempa.

Lagu tersebut merupakan bagian dari pembelajaran rutin yang telah dinyanyikan selama dua tahun terakhir di SLB TNCC sebagai media edukasi kampanye pencegahan pelecehan seksual terhadap anak serta penguatan budaya sekolah aman bencana.

Penampilan Chiko dan Nanta berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Dengan penuh percaya diri, keduanya mampu tampil di depan publik sekaligus menyampaikan pesan edukatif melalui lagu yang mereka bawakan.

Chiko yang juga merupakan Ketua OSIS SLB TNCC Banda Aceh periode 2026/2027 dinilai mampu berinteraksi dengan Wali Kota Banda Aceh maupun peserta lainnya. Kehadirannya bersama teman-teman di SLB TNCC turut menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan untuk tampil, berkomunikasi, dan memberikan kesan positif di tengah masyarakat.

Pihak sekolah menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan seperti Hari Anak Nasional menjadi salah satu indikator penting dalam mengembangkan kemampuan adaptif dan sosial peserta didik. Keberanian tampil di hadapan banyak orang, kemampuan mengikuti kegiatan hingga selesai, serta interaksi yang terbangun selama acara menjadi gambaran meningkatnya rasa percaya diri anak-anak.

Momentum Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta menunjukkan potensi terbaiknya. Melalui kegiatan yang inklusif, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan semakin memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button