NewsPendidikan

Mahasiswa STISNU Aceh KPM ke Luar Negeri, Bawa Misi Dakwah dan Islam Nusantara

Banda Aceh – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas akademik dan jejaring internasional.

Sejumlah mahasiswa kampus tersebut resmi diberangkatkan ke Malaysia pada Senin (16/2) untuk mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bertaraf internasional ke luar negeri.

Program ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jaringan global sekaligus memberi pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa.

Melalui KPM internasional, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, serta kearifan lokal Aceh dalam konteks masyarakat dunia.

Ketua STISNU Aceh, Muhammad Yasir menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga representasi akademik dan moral kampus di tingkat internasional,” katanya.

Ia menambahkan, mahasiswa yang diberangkatkan membawa nama baik institusi dan daerah, sehingga dituntut menjaga integritas serta profesionalisme.

“Mahasiswa diharapkan menjadi duta kampus yang mampu menunjukkan integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap pengembangan syariat Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, KPM internasional ini mencakup sejumlah agenda utama, antara lain: edukasi keislaman dan penguatan literasi keagamaan, pendampingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kemudian, kolaborasi akademik dengan lembaga pendidikan setempat dan promosi budaya serta nilai-nilai Islam Nusantara.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi besar STISNU Aceh dalam mendorong internasionalisasi kampus serta peningkatan mutu lulusan. Kampus berharap mahasiswa mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kebangsaan.

Melalui program ini, STISNU Aceh menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat lintas negara. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button