
Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat sinergi dan pembinaan olahraga Taekwondo di dunia kampus, Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Aceh Besar melakukan audiensi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UIN Ar-Raniry, Selasa (1/7/2025).
Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen TI Aceh Besar dalam membina atlet muda yang sportif, profesional, dan beretika.
UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry merupakan salah satu binaan TI Aceh Besar yang turut berkontribusi dalam pengembangan olahraga bela diri ini di tingkat perguruan tinggi.
Dalam pengelolaan organisasi olahraga, Pengcab TI Aceh Besar mengedepankan pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi multidimensi melibatkan dunia akademik, media, stakeholder, perusahaan, dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan value added (nilai tambah) dalam pembinaan olahraga, khususnya Taekwondo.
Kehadiran TI Aceh Besar juga menjadi role model dalam pembinaan atlet Taekwondo di lingkungan kampus, dengan fokus pada pembangunan karakter atlet yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.
Dalam audiensi tersebut hadir Ketua Umum TI Aceh Besar, Muhammad Makmun, S.HI., MH, didampingi oleh Wakil Ketua I Muhazar, S.Hum., MA, Wakil Ketua II Muliadi, ST, serta Sekretaris Umum Dr. Hafizul Furqan, M.Pd. Turut hadir perwakilan dari Komisi Hukum dan Disiplin, Nuzul Murdana, SE, dan Komisi Pendidikan dan Pelatihan, Slamet Riyadi.
Ketua Umum TI Aceh Besar, Muhammad Makmun, menyampaikan harapannya agar para atlet Taekwondo Aceh Besar dapat tumbuh sebagai sosok yang sportif, profesional, tangguh, dan beretika, serta memiliki semangat juang tinggi untuk mengharumkan nama Aceh di kancah nasional maupun internasional.
“Kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry melalui UKM Taekwondo adalah langkah strategis dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan prestasi dan karakter atlet muda,” ujarnya.
Dengan sinergi ini, TI Aceh Besar bertekad untuk terus memajukan olahraga Taekwondo di Aceh, sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat global. []





