NewsOpini

Arafah: Tempat Pengakuan Dosa, Menjadi Tempat Maqbulnya Doa

Oleh: T. Mardhatillah, SHI, MH

ARAFAH dikenal dengan “Jabal Ar-Rahmah” (Gunung Rahmah) yang berada di sebelah timur kota Mekkah, dengan ketinggian 70 meter. Dilihat dari kenampakan alamnya, tempat ini merupakan lembah berupa hamparan pasir dan batu yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu.

Untuk menuju Arafah, jemaah umrah dan haji harus menaiki bus melewati bukit Mina dan Muszdalifa. Kawasan padang Arafah dikelilingi oleh sebuah jalan lingkar Arafat Ringroad. Di tengahnya dibagi menjadi blok-blok yang bertujuan untuk membangun tenda-tenda jemaah haji dari setiap negara untuk melaksanakan kegiatan wukuf.

Arafah yang diperkirakan berjarak sejauh 21 kilometer dari dari kota Mekkah dengan luas sebesar 8 kilometer persegi ini, menyimpan banyak sejarah.

Tempat ini menjadi tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah terpisah saat diturunkan dari surga. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123).

Setelah beberapa lama saling mencari, Adam dan Siti Hawa kemudian dipertemukan di Padang Arafah. Sejak saat itulah keduanya tidak pernah berpisah lagi kecuali dipisahkan oleh maut.

Selain itu, terdapat kisah lain yang menyebutkan bahwa di padang Arafah para malaikat juga mengingatkan Adam dan Hawa, setelah keduanya diturunkan ke bumi dan dipertemukan kembali.

Hal ini dimaksudkan agar mereka mau mengakui dosa-dosanya dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Keduanya pun mengakui dosanya, berikut bunyi pengakuan dosa serta permohonan ampun dari keduanya :

Mereka berkata : “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Amalan terbaik pada hari wukuf di Arafah adalah berdoa kepada Allah SWT, dan ini dilakukan seyogianya diawali dengan pengakuan dosa dosa di hadapan Yang Maha Mengetahui, dengan diawali pengakuan dosa, biasanya kita akan merasa rendah di hadapan Allah yang kemudian akan muncul sifat penghambaan diri yang sempurna, menggantungkan harapan dan asa hanya kepadaNya, kemudian bercucuran air mata memohon keampunan, Rahmat serta Kasih sayang Nya, inilah yang kemudian menjadikan sebuah paket lengkap sebagai salah satu syarat terkabulnya doa, yaitu di hari, waktu, tempat dan cara yang paling mustajabah.

Wukuf pada hari Arafah dan doa mustajab ini adalah khusus kepada jemaah haji yang berada di sana di mana amalan ini bermula selepas gelincir matahari pada 9 Zulhijjah sehingga tenggelam matahari waktu maghrib.

Walaupun wukuf dan doa mustajab adalah khususiyyat (perkara yang dikhususkan) untuk jemaah haji yang berada di Arafah, bagi umat Islam yang tidak mengerjakan ibadah haji, mereka boleh mengambil peluang dan kelebihan hari wukuf di Arafah ini untuk berdoa di tempat masing-masing sepanjang waktu tersebut, berdasarkan zona waktu di tempat masing-masing..

Maka oleh sebab itu, bagi orang yang mengerjakan haji mereka dianjurkan berdoa ketika sepanjang waktu wukuf karena ketika itu merupakan gabungan waktu dan tempat yang sangat indah yaitu berada pada 9 Zulhijjah dan dalam keadaan berwukuf di padang Arafah. Maka insyaAllah kemustajaban doa akan berganda-ganda.

Tahun ini, wuquf di Arafah akan dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Juni 2023, setelah pemerintah Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023. []

T. Mardhatillah, SHI,MH, merupakan Ketua Forum Ukhuwwah Qari dan Hafizh Aceh (FUQAHA) melaporkan dari Arab Saudi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button