
Banda Aceh – Ketua Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) pertama, drg. H. Saifuddin Ishak, M.Kes. PKK, menyoroti besarnya potensi sumber daya manusia asal Bireuen yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Bireuen, khususnya yang memiliki posisi strategis di berbagai bidang, untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“IMKB memiliki potensi yang besar, kita banyak miliki akademisi dan guru besar,” kata Saifuddin dalam acara Maulid IMKB Banda Aceh yang berlangsung di Asrama Haji Aceh, Minggu (1/11).
Dalam kesempatan tersebut, Saifuddin juga menyampaikan sejarah perjalanan IMKB, termasuk para ketua yang telah memimpin organisasi itu dari masa ke masa. Ia menyebut dirinya sebagai ketua pertama IMKB, sementara Amiruddin Hasan merupakan ketua kedelapan.
Menurut Saifuddin, IMKB memiliki potensi besar karena banyak anggotanya yang berkiprah di berbagai sektor, mulai dari akademisi, birokrasi, hingga politik.
Ia mencontohkan, di Universitas Syiah Kuala (USK) terdapat sejumlah dekan yang berasal dari Kabupaten Bireuen. Selain itu, banyak putra-putri Bireuen yang menduduki posisi penting dalam birokrasi di lingkungan Pemerintah Aceh.
“IMKB ini memiliki potensi yang besar. Kita banyak memiliki akademisi, bahkan guru besar. Di USK ada lima dekan dari Bireuen. Di tingkat birokrasi Pemerintah Aceh juga banyak sekali putra-putri Bireuen,” kata pemilik Saihak Dental Care itu.
Namun, ia menilai potensi tersebut belum teridentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan daerah.
Saifuddin juga menyoroti banyaknya tokoh asal Bireuen yang berkiprah di dunia politik. Bahkan, sejumlah tokoh Bireuen pernah dan sedang menduduki posisi strategis, termasuk sebagai Ketua dan Wakil Ketua DPR Aceh.
Karena itu, ia berharap seluruh potensi tersebut dapat disinergikan untuk membantu Bupati Bireuen dalam menjalankan pembangunan daerah.
“Kita memiliki banyak politisi, ada yang menjadi Ketua DPRA dan Wakil Ketua DPRA dari Bireuen. Ini perlu disinergikan untuk membantu Pak Bupati dalam membangun Bireuen,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Saifuddin juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah kebijakan Bupati Bireuen. Menurutnya, ada dua hal yang patut mendapat perhatian dan penghargaan.
Pertama, keputusan Bupati Bireuen untuk tidak membeli mobil dinas dengan harga miliaran rupiah. Anggaran yang semula dapat digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas tersebut justru dialihkan untuk membiayai pembangunan rumah layak huni bagi kaum duafa di berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Kedua, Saifuddin mengapresiasi penyelesaian pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.
Ia mengibaratkan jembatan tersebut seperti Selat Hormuz karena memiliki peran strategis dalam mendukung akses dan konektivitas masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian Jembatan Krueng Tingkeum tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bireuen, tetapi juga masyarakat Aceh, Sumatera Utara, hingga Indonesia secara umum.
“Jembatan Krueng Tingkeum ini sangat penting. Penyelesaiannya memberikan akses bagi masyarakat, bukan hanya Bireuen, tetapi juga Aceh, Sumatera Utara, bahkan Indonesia secara umum,” tutupnya.
Ketua Panitia Pelaksana IMKB Banda Aceh, Asrul Abbas menyampaikan bahwa maulid ini tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat Bireuen di perantauan.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Kita Bersatu Membangun Kabupaten Bireuen”.
Dalam kegiatan tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, S.H. atau yang dikenal dengan Abon Yunus. Ia merupakan Ketua Badan Baitul Mal Aceh yang berasal dari Dayah Raudhatul Mutaallimin, Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.
Asrul juga mantan anggota DPR Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Bireuen yang telah bergotong royong membantu persiapan kegiatan tersebut.
“Kami dari panitia pelaksana mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bireuen yang hingga saat ini terus bahu-membahu memberikan dukungan agar kegiatan Maulid Nabi ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Asrul.
Kegiatan maulid ini dihadiri Bupati Bireuen, Mukhlis, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza, SH, MH, dan tokoh masyarakat Bireuen lainnya. []





