News

Jembatan Krueng Tingkeum Kembali Dibuka, Jalur Banda Aceh-Medan Kembali Normal

Banda Aceh – Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali dibuka untuk lalu lintas umum mulai Minggu (20/9/2026). Jembatan permanen ini menjadi bagian penting dari pemulihan akses transportasi di jalur nasional Banda Aceh-Medan.

Beroperasinya kembali jembatan tersebut mengakhiri penggunaan jembatan Bailey sebagai akses sementara setelah Jembatan Krueng Tingkeum terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mengatakan beroperasinya kembali jembatan permanen tersebut sangat dinantikan masyarakat. Menurutnya, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara.

“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” kata Dek Fadh dalam keterangannya, Minggu (20/9).

Selama jembatan permanen dibangun, masyarakat dan pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai jalur sementara. Arus kendaraan di jembatan tersebut harus diberlakukan sistem buka-tutup secara bergantian.

Kondisi itu pada waktu tertentu menyebabkan antrean kendaraan, terutama karena jalur Banda Aceh-Medan merupakan salah satu koridor utama pergerakan orang dan distribusi barang antara Aceh dan Sumatera Utara.

Dengan dibukanya jembatan permanen, konektivitas transportasi di kawasan tersebut diharapkan kembali lebih lancar. Pengguna jalan juga mendapatkan akses yang lebih pasti dan nyaman dibandingkan saat menggunakan jembatan sementara.

Dek Fadh menyampaikan pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan jembatan.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satgas PRR Bapak Tito Karnavian dan Menteri PU Bapak Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan serta beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum untuk masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Dia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal setelah terdampak bencana.

Selain itu, Dek Fadh mengapresiasi peran TNI yang sejak awal membantu menjaga akses masyarakat setelah jembatan utama terputus. TNI turut membangun jembatan darurat sebagai langkah cepat untuk memastikan konektivitas tetap tersedia selama proses pembangunan jembatan permanen.

TNI dan Polri juga turut menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas di kawasan jembatan selama masa penggunaan akses darurat.

“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum, Pemerintah Aceh berharap arus kendaraan, mobilitas masyarakat, serta distribusi barang dan jasa pada jalur Banda Aceh-Medan dapat berjalan lebih lancar. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button