News

Jelang ke Tanah Suci, Jemaah Haji Aceh Diimbau Jaga Kesehatan dan Matangkan Manasik

Banda Aceh – Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal mengimbau jemaah haji asal Aceh agar menjaga kesehatan serta mematangkan pemahaman manasik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Arijal menegaskan, kesiapan fisik dan penguasaan tata cara ibadah haji menjadi kunci utama agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.

“Jemaah diharapkan benar-benar menjaga kondisi tubuh serta memahami manasik haji dengan baik, sehingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat berjalan optimal,” ujar Arijal, Senin (27/4).

Selain itu, ia juga mengingatkan keluarga atau kerabat jemaah agar tidak mengganggu waktu istirahat selama berada di asrama haji. Menurutnya, suasana yang kondusif sangat dibutuhkan agar jemaah dapat fokus mempersiapkan diri sebelum keberangkatan.

“Saat sudah di Asrama Haji, kami berharap keluarga tidak lagi mengganggu atau membuat aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi jemaah. Berikan mereka kesempatan untuk beristirahat dengan cukup,” tambahnya.

Arijal menjelaskan, jemaah haji Embarkasi Aceh dijadwalkan mulai masuk asrama pada 5 Mei 2025 dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 6 Mei.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan terbaik. Seluruh petugas embarkasi diminta bekerja maksimal dan penuh dedikasi dalam melayani jemaah.

“Segala persiapan harus sudah rampung sebelum jemaah masuk asrama. Petugas harus siap memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” tegas Plt. Kakanwil Kemenhaj Aceh.

Menurutnya, dengan persiapan yang matang dari seluruh pihak, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat meraih haji yang mabrur.

Arijal juga menjelaskan, pihaknya telah melantik pendukung Petugas Haji embarkasi Aceh, dan juga telah melakukan rapat koordinasi dengan panitia lintas sektor untuk sinergitas.

Tahun ini, jumlah jemaah haji Aceh mencapai 5.502 orang, termasuk petugas. Kloter pertama masuk dalam gelombang awal, sementara kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua dengan rute penerbangan menuju Jeddah.

Seluruh skema ini dirancang untuk memastikan kelancaran pergerakan jemaah, terutama dalam menghadapi fase krusial ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sejalan dengan itu, tema haji tahun ini, “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan,” menegaskan komitmen pelayanan yang lebih inklusif dan berkeadilan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button