
Malang – Arema FC mengambil keputusan besar pada awal musim BRI Super League 2026/2027. Manajemen Singo Edan resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos setelah tim melewati lima pertandingan tanpa kemenangan, termasuk kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta.
Keputusan tersebut diambil setelah Arema FC menjalani laga pekan keenam. Pergantian pelatih diharapkan bisa menghentikan tren negatif sekaligus mengembalikan daya saing tim agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan kompetisi.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos bukan perkara mudah. Terlebih, pelatih asal Brasil tersebut sudah memasuki musim keduanya bersama Arema FC dan dinilai telah mengenal karakter sepak bola Indonesia.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, apalagi ini merupakan musim kedua bagi Marcos Santos yang sebenarnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia. Namun, lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar Yusrinal, Jumat (23/10).
“Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Yusrinal menegaskan, keputusan tersebut tidak semata-mata dipicu hasil pertandingan terakhir. Manajemen telah melakukan pertimbangan terhadap berbagai aspek, mulai dari kebutuhan tim, kondisi internal, hingga efektivitas kepemimpinan pelatih.
Menurutnya, pengalaman Arema FC dalam beberapa musim sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. Manajemen menyadari, penilaian terhadap seorang pelatih tidak cukup hanya berdasarkan citra atau pandangan publik terhadap sosok yang bersangkutan.
“Namun, kenyataan di balik layar yang tidak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang dahulu dilakukan oleh (alm) Coach Kuncoro,” tutur pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Pengalaman itu, lanjut Yusrinal, menjadi catatan berharga bagi manajemen dalam mengevaluasi kinerja pelatih. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan mempertahankan atau mengakhiri kerja sama dengan seorang pelatih.
“Pengalaman tersebut menjadi catatan sangat berharga bagi manajemen. Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, non teknis, psikologis, matematis dan situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih,” jelasnya.
“Begitu pula dengan situasi saat ini, manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim,” sambungnya.
Meski kerja sama dengan Marcos Santos berakhir lebih cepat, Arema FC memastikan seluruh kewajiban administratif dan hak kontraktual sang pelatih akan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kini, keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen untuk memperbaiki situasi tim setelah rangkaian hasil negatif pada awal musim. (ilg/mf)




