
Aceh Tengah – Pernyataan Ketua DPR Aceh terkait kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, menuai respons dari Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah tengah.
Ketua KPA Wilayah Linge, Aceh Tengah, Ismuddin alias Renggali, mengimbau agar seluruh kader Partai Aceh (PA) di DPRA tetap solid mendukung jalannya pemerintahan Aceh.
Renggali menilai pernyataan yang berkembang di beberapa media online berpotensi memunculkan kesan adanya ketidakharmonisan antara eksekutif, dalam hal ini Sekda Aceh M. Nasir Syamaun, dengan Ketua DPRA, Abang Samalanga.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.
“Sekarang saatnya kita membantu Mualem selaku Gubernur Aceh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Buktikan dulu kepada masyarakat bahwa kita bekerja untuk rakyat, bukan memperebutkan kekuasaan dan saling menyalahkan. Padahal kita semua tahu ini adalah agenda rebutan kekuasaan pihak lain yang haus kekuasaan,” tegas Renggali, Sabtu (31/1).
Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran. Saat PA memegang tampuk pemerintahan, justru terjadi perpecahan di internal. Masa kelam itu tidak boleh terulang. Setiap pernyataan publik perlu disaring agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan soliditas Pemerintah Aceh.
Menurut Renggali, Sekda merupakan pejabat yang mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh. Karena itu, jika ada hal yang perlu dikritik, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi internal, bukan melalui pernyataan terbuka di media dan gembar-gembor seolah-olah Sekda tidak mampu bekerja.
“Kita dukung dan berikan Sekda kesempatan bekerja dan membuktikan diri, karena Mualem selaku Gubernur Aceh telah memberikan kepercayaan kepada M. Nasir Syamaun menjadi Sekda Aceh. Ini sama seperti halnya Zulfadli dulu ketika Mualem menunjuknya sebagai Ketua DPRA. Semua itu perlu waktu. Jangan karena perbedaan pemikiran dan kepentingan kekuasaan pihak lain, kita memaksakan kehendak. Justru perbedaan itu harus dijadikan sebagai alat untuk saling melengkapi dalam membangun Aceh di bawah pemerintahan Mualem,” ujarnya.
Diingatkan Renggali, sosok Sekda dalam pemerintahan merupakan kunci utama dalam eksekutif yang sangat dipercaya oleh orang nomor satu di pemerintahan, dalam hal ini Gubernur Aceh.
Terlebih saat ini Aceh sedang dalam masa pembangunan pascabencana alam. Semua pihak diingatkan untuk fokus membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terkena langsung musibah tersebut.
Renggali juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh beserta jajaran yang telah banyak membantu masyarakat wilayah tengah khususnya, serta masyarakat Aceh pada umumnya yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Iaberharap eksekutif dan legislatif dapat bekerja sama dengan baik dalam membantu Mualem membangun Aceh sekaligus memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh.
Momentum saat ini, di mana eksekutif dan legislatif sama-sama dipegang oleh PA, menurut kedua panglima wilayah tersebut, merupakan sejarah bagi generasi ke depan dan wajib dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebesaran PA serta kemajuan Aceh. []



