
Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si., mengingatkan jurnalis agar tidak mengabaikan akurasi dan verifikasi informasi demi mengejar kecepatan pemberitaan.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (10/10).
Taufik mengapresiasi AMSI Aceh yang menggelar pelatihan tersebut sebagai upaya memperkuat profesionalisme pers. Menurutnya, AMSI memiliki peran strategis dalam mendorong media menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
“Kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujar Taufik dalam sambutannya.
Ia menilai, pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, hingga mengawasi kebijakan publik.
Karena itu, Taufik menekankan pentingnya hubungan yang proporsional antara pemerintah dan pers. Keduanya perlu membangun komunikasi yang terbuka, tetapi tetap menjalankan peran masing-masing tanpa mengabaikan independensi pers.
Menurutnya, profesionalisme jurnalistik menjadi semakin penting di tengah arus informasi yang bergerak cepat. Verifikasi dan ketepatan informasi diperlukan agar berita yang disampaikan kepada masyarakat tetap berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Taufik berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap kode etik jurnalistik. Ia juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Selain itu, materi pelatihan diharapkan dapat dibawa ke ruang redaksi sehingga turut mendorong peningkatan kualitas pemberitaan dan informasi yang diterima masyarakat. []





