
Aceh Besar – Menjadi lanjut usia (lansia) bukan berarti harus berhenti berkarya. Lima perempuan lansia di Kemukiman Lamlhom, Aceh Besar, tetap aktif dan produktif dengan mengembangkan usaha peternakan ayam kampung secara berkelompok.
Selain menjadi aktivitas produktif, usaha tersebut membuka peluang bagi para anggota kelompok untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Semangat para perempuan lansia itu mendapat dukungan melalui program Lansia Wanita Tangguh dari Lamlhom (LAWANG LAMLHOM) yang diinisiasi dan dikembangkan PT Solusi Bangun Andalas (SBA).
Program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran perempuan lanjut usia agar tetap aktif dan berdaya di tengah masyarakat.
Upaya pemberdayaan itu mendapat apresiasi melalui penghargaan Bakti Perempuan Bagi Perusahaan, Komunitas & Negeri (Perempuan Berbakti) 2026 yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Binakarna Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, pada 29 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi program LAWANG LAMLHOM dalam membuka ruang produktivitas dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan lanjut usia di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bukan Sekadar Memberi Bantuan
General Affairs & Community Relation Manager Solusi Bangun Andalas, Tafaul Rijal, mengatakan program LAWANG LAMLHOM tidak dirancang sekadar memberikan bantuan. Program tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan kelompok agar mampu menjalankan usaha secara mandiri.
“Perempuan lanjut usia tetap memiliki potensi dan pengalaman yang dapat dikembangkan. Melalui LAWANG LAMLHOM, kami ingin memberikan ruang agar mereka tetap aktif, produktif, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Karena itu, dukungan yang kami berikan tidak berhenti pada fasilitas, tetapi juga mencakup pendampingan agar usaha dapat terus berjalan,” ujar Tafaul, Senin (5/10).
Untuk membangun usaha peternakan yang lebih terarah, SBA memberikan dukungan berupa pembangunan kandang ayam dan perlengkapan dasar peternakan. Dukungan juga mencakup penguatan administrasi dan legalitas usaha, seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).
Tak hanya sarana, kelompok tersebut juga mendapatkan pelatihan pembukuan usaha sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar anggota mampu mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengelola keuangan kelompok, serta mengetahui perkembangan usaha secara lebih tertib dan transparan.
Dengan pendekatan tersebut, LAWANG LAMLHOM diarahkan tidak hanya menjadi kegiatan pemberdayaan, tetapi berkembang menjadi usaha kelompok yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Punya Aktivitas Bersama, Dapat Tambahan Penghasilan
Manfaat program mulai dirasakan kelompok Lampoh Keude dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas beternak membuat para anggota memiliki kegiatan bersama yang produktif sekaligus membuka peluang mendapatkan tambahan penghasilan.
Ketua Kelompok Lampoh Keude, Mursyidah, mengatakan kegiatan tersebut memberikan semangat baru bagi dirinya dan anggota kelompok lainnya.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan yang membantu kelompok memahami cara mengelola usaha.
“Sekarang kami punya kegiatan bersama. Tidak hanya di rumah, tetapi bisa berkumpul dan mengurus usaha bersama. Kami juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari usaha ini. Kami bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan peternakan ayam kampung bersama,” kata Mursyidah.
SBA Dorong Masyarakat Mandiri
Tafaul mengatakan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan secara mandiri.
“Harapan kami, kelompok ini semakin mampu mengelola usahanya sendiri, baik dari sisi teknis peternakan maupun pengelolaan keuangan. Kami ingin dukungan yang diberikan dapat menjadi modal awal bagi kelompok untuk tumbuh dan menciptakan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui LAWANG LAMLHOM, Solusi Bangun Andalas terus memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya kelompok perempuan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut sekaligus menunjukkan pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang sudah dimiliki warga. Dengan dukungan fasilitas, peningkatan kapasitas, dan pendampingan yang tepat, potensi itu dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi keluarga dan komunitas.
Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita”. Ajang tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi perempuan serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pembangunan komunitas dan peningkatan sosial ekonomi masyarakat.
Bagi Solusi Bangun Andalas, apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata, meningkatkan kemandirian, dan menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. []





