
Gayo Lues – Tim dosen dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Komunitas Majelis Taklim Ibu-Ibu Turun Junte, Desa Rema, Kabupaten Gayo Lues, Jumat (19/6).
Kegiatan mengusung tema Literasi Lingkungan Berbasis Bahasa dan Nilai Keagamaan itu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Program tersebut merupakan implementasi Model Literasi Lingkungan Berbasis Bahasa dan Nilai Keagamaan (LiBANG-Keluarga) yang dirancang untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Jusnaini Hasni, M.Ed, menjelaskan berbagai persoalan lingkungan seperti sampah, pencemaran air, kerusakan hutan, dan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan perlu diperkuat melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu bahasa dan nilai-nilai agama.
“Persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya satu pihak, perlu kesadaran kolektif dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, kami menghadirkan pendekatan edukasi yang menyentuh langsung melalui bahasa yang mudah dipahami dan nilai-nilai agama yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jusnaini, komunitas Majelis Taklim dipilih sebagai mitra karena memiliki posisi strategis dalam keluarga dan masyarakat. Para ibu tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi pendidik utama bagi anak-anak serta pembentuk nilai dan kebiasaan dalam lingkungan keluarga.
“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ketika kesadaran lingkungan tumbuh dalam keluarga, maka nilai tersebut akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pemberdayaan ibu-ibu menjadi langkah penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai fungsi hutan dan daerah tangkapan air, dampak deforestasi terhadap lingkungan, hubungan antara kerusakan hutan dan meningkatnya risiko banjir, serta berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang Literasi Lingkungan Berbasis Agama (Ekoteologi dan Gerakan Green Islam) yang disampaikan Dr Muhammad Nasri, Lc. MA. Konsep itu mengusung pendekatan yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ajaran agama.
Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa Alam ciptaan Allah, manusia merupakan khalifah (pengurus) di muka bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari ibadah. Menanam pohon, menjaga kebersihan, menghemat air, mengurangi sampah, dan melestarikan alam merupakan bentuk amanah dan ibadah,” jelas Alumni program Doktoral Pengkajian Islam UIN Jakarta itu.
Selain itu, tim pengabdian UTU juga memperkenalkan gerakan Rumah Tangga Hijau, yang mendorong keluarga menerapkan perilaku ramah lingkungan melalui langkah-langkah sederhana, seperti memilah sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat penggunaan air dan listrik, memanfaatkan lahan pekarangan, serta menanam tanaman produktif di sekitar rumah.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, refleksi pengalaman, serta penggunaan media edukasi berupa modul, poster, dan infografis lingkungan.
“Semoga pendekatan tersebut memudahkan dan mampu menjembatani berbagai konsep lingkungan yang selama ini sering disampaikan dalam bahasa ilmiah kadang sulit dipahami masyarakat,” kata Jusnaini Hasni.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Rema. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat pengetahuan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kearifan lokal.
Salah satu peserta Ibu Pengulu Kampung Rema, Tawiriyah, mengaku sangat senang dengan pengabdian yang dilakukan dosen UTU. Dia akan menerapkan konsep Rumah Tangga Hijau untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami sangat berterimakasih dan mendukung penuh dengan adanya program literasi lingkungan ini, kami semakin paham dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” kata Tawiriyah.
Hal yang sama juga diungkapkan seorang peserta, Aria Santri. “Kami senang ada kegiatan seperti ini, dapat ilmu, materinya asyik apalagi ada narasumbernya dari luar,” ujar Aria.
Melalui program ini, tim pengabdian Universitas Teuku Umar berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial dan spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat dalam menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Program pengabdian ini didukung oleh Program BIMA Kemdiktisaintek skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Rema, Pimpinan Majelis Taklim, tokoh masyarakat dan puluhan ibu ibu majelis taklim desa setempat. []





